[FLASH FICTION] Kedinginan

Source : Google

Udara dingin bercampur rintik hujan memaksaku mengurungkan niat.

Hati kecil terus saja meronta untuk menemuimu saja.

Bukan lagi aku bila tidak seturut kata hati.

Saya percaya pada hati saya.

Juga saya percaya bisa menemuimu sekali lagi, sebelum kita kembali ke hidup masing-masing.

 

Kuterobos guyuran hujan.

Kurelakan sepatu balet pitaku tergenang air.

Kubiarkan helaian rambut yang sudah kukeramasi basah kuyub.

Aku rela, asal bertemu denganmu.

 

Setelah berhasil melihatmu, memang bukan sambutan hangat yang kutemui.

Kita sama-sama terdiam, hanyut dalam pikiran masing-masing.

Waktu terbuang percuma atas nama ego sendiri.

 

Padahal badanku sudah kedinginan.

Belum sampai menggigil, sih.

Ditambah suasana yang dingin.

Bibirmu membeku, terkatup tak bersuara.

 

Nampaknya, memang bukan kata-kata yang ku perlukan.

Pelukkan.

Kamu memeluk tubuh ini.

Hangat.

 

Jika suatu hari nanti kita boleh bertemu, pastikan aku sedang kedinginan.

Supaya aku bisa memelukmu, sekali lagi.

 

 

 

Terinspirasi dari Drama Korea.

Malang, 7 Januari 2018

Advertisements

2 thoughts on “[FLASH FICTION] Kedinginan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s