[PUISI] Sajak di Tepi Pantai

Captured by Aditya Frilly
 

Debur ombak menyapu kegundahan

Sejenak kulupakan rasa rinduku

Sepoi angin mengalun lembut

Sebentar merampas kegalauan

 

Jiwa yang haus akan sepi

Raga yang ingin sendiri

Tiada izin untuk menjamah

Sekalipun itu penjaga pantai

 

Jangan satupun menggangguku

Jangan pernah usik!

Aku tidak ingin mendengar selain debur ombak

 

Berteman ributnya pantai,

Aku ingin sendiri

 

 

Balekambang, 18 Mei 2016

 

Puisi ini ditulis jam 1 dini hari, di dalam tenda, di tepian pantai Balekambang, 18 Mei 2016.

Anginnya, udaranya, cuacanya, tiba-tiba merasuk, dan jadilah jari-jariku mengetik demikian.

Hahaha jangan lupa jalan-jalan, siapa tahu dapat ide!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s