Perpaduan Nekat dan Passion

KiKa : Atalya, Beti, Sholeh
KiKa : Atalya, Beti, Sholeh

MALANG – Tidak adanya guru pembimbing bahkan izin, nampaknya tidak berhasil menyurutkan semangat beberapa peserta M-Teens School Competition 2015. Seperti salah satu peserta Mading School Competition  yang ditemui di Aula Skodam V Brawijaya (29/01), mengaku tidak memperoleh izin dari guru sekolah karena saat ini ia duduk di bangku kelas dua belas atau kelas tiga SMA.

“Saya dan teman saya, kan, sekarang kelas tiga (SMA), Mbak, jadi susah banget dapat izin dari guru sekolah. Apalagi minggu ini keals tiga ada try out,” ujar peserta Mading School Competition asal SMA Darul Ulum Agung, M. Sholeh. Ketika ditanya bagaimana cowok kelahiran 10 Agustus, 18 tahun silam ini akhirnya dapat mengikuti kompetisi, ia menjawab santai, “Ya ikut mandiri, Mbak. Dari biaya juga dari anggota pribadi, hehehe. Mau gimana ya, Mbak, passion saya di sini.”

Untuk masalah pembagian waktu, laki-laki yang saat ditemui mengenakan kemeja merah yang dipadu blazer hitam khas dari SMA Darul Ulum Agung ini, berkisah dengan bersemangat, “Saya mulai mengerjakan mading ini setelah bimbingan belajar di sekolah, Mbak. Lembur sampai malam gitu, Mbak. Lagipula, kan satu tim ada juga yang kelas sepuluh dan sebelas, jadi kami bagi tugas sesuai dengan waktu kami. Pokoknya nggak sampek gangggu waktu sekolah.”

Beda kisah dengan peserta mading asal SMAN 1 Malang, sebut mereka Rini Nur, Nadia Cikita, dan Talitha Kirana. Ketiganya mengaku tidak memliki guru pendamping. Ketiga gadis berkerudung ini mengaku, mereka ikut M-Teens School Competition ini secara mandiri.

“Jadi, kami nggak ada guru pendamping, Mbak. Tapi, karena kami ada di dalam ekskul jurnalistik, jadi ada bantuan dana juga setelah mengajukan proposal, hehe,” ujar Nadia dengan senyuman khasnya.

Tapi, apakah mereka tidak kesulitan tanpa guru pembimbing?

“Susah, Mbak. Tapi demi hobby dan minat kami, jadi berusaha kami tutupi dengan cari macam-macam referensi. Dari Internet, juga dari kakak tingkat yang sudah berpengalaman. Bekal nekat juga, Mbak,” urai Talitha Kirana, di akhiri senyuman. (acl)

Tim mading SMANSA
Tim mading SMANSA

 

Penulis :

Atalya C.L.

SMKN 5 Malang

spirit

One thought on “Perpaduan Nekat dan Passion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s